ASTRID punya cerita

Senin, 29 Maret 2010

Menjadi Sahabat Pelanggan



Kalau kita berbicara soal awal mula Adity Boutique, ini semua tidak terlepas dari usaha dan kerja keras Adity sendiri. Awalnya, butik ini hanya merupakan butik kecil yang belum berbadan hukum. Tapi, berkat bimbingan dan dukungan dari kedua orangtuanya, Adity menjadi semakin tahu dan paham bagaimana cara berusaha yang baik dan benar.

Barang-barang yang ditawarkan, awalnya hanya dibeli dari tempat lain dan kemudian dijual kembali. Namun, Adity terus belajar dan berusaha, sampai akhirnya ia pun belajar cara membuat baju dan sepatu sendiri. Untuk baju, ia belajar dari sang mama. Sedangkan sepatu, ia khusus belajar “Food Wear and Tachnical Design” di Italia untuk bisa mendapatkan ilmu tentang cara membuat sepatu sendiri.

Butik ini akhirnya berkembang menjadi butik keluarga. Untuk baju, ia menerima barang-barang melalui titipan orang yang ingin menjual barang-barangnya. Untuk sepatu, sandal, dan kebaya, ia membuka workshop dengan menggunakan tenaga sekitar 20 orang dalam pembuatannya. Orang-orang itu diajarkan sendiri olehnya bagaimana cara membuat sepatu dan sandal.

Untuk urusan pelanggan, tidak perlu diragukan lagi. Adity Boutique melayani pelanggannya dengan sangat baik. Walaupun komplain memang selalu ada, namun setelah itu pelanggan selalu merasa puas dengan hasil akhirnya. Pelangan Adity Boutique tidak hanya orang-orang yang datang ke butik untuk melihat-melihat terlebih dahulu, tetapi juga mereka yang membeli lewat online shop atau pesanan-pesanan khusus. Adity mengaku tidak memiliki patokan khusus untuk pelanggannya. Semua umur, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai ibu-ibu yang masih suka berpenampilan modish boleh datang kesini.

Saat kami mengunjungi Adity Boutique memang terlihat beberapa ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas yang sedang berkonsultasi masalah kebaya. Mereka tampak asik dan nyaman saat berbicang-bincang dengan Adity. Itulah yang diterapkan oleh Adity kepada pelanggannya. Tidak hanya pelanggan, Adity juga ramah kepada seluruh karyawannya sehingga membuat pelanggan dan karyawan merasa betah dekat dengannya.

Promosi yang dilakukan Adity Boutique juga sangat banyak. Mulai dari diskon hingga 70% di pertengahan tahun dan di akhir tahun, serta promo-promo yang diadakan saat anniversary Adity Boutique sekitar bulan Februari sampai Maret. “Kalau lagi anniversary, kita biasanya ada promo buy 1 get 1 free atau setiap belanja Rp 500 ribu gratis sesuatu. Kan yang penting pelanggan senang”, ungkap anak bungsu dari 2 bersaudara ini.

Sejauh ini, Adity mengaku tidak merasa kesulitan dalam menarik pelanggan. Semua itu diperolehnya melalui kenalan-kenalan dan temen-temannya yang melakukan promosi dari mulut ke mulut.. “Apalagi dengan online shop, ini benar-benar cara untuk mempermudah banget. Orang-orang yang awalnya gak tahu, lalu menjadi tahu.” tambahnya kemudian

Selama ini, Adity Boutique juga pernah melalukan kerja sama dengan artis-artis yang akan manggung serta fotografer-fotografer yang ingin membuat portofolio. Untuk kerjasama seperti ini, biasanya Adity meminjam kan bajunya kepada mereka dan mereka membayar dengan harga spesial. “Jadi kan bisa sekalian promosi” ungkap Adity sambil tertawa.

Selama beberapa tahun menjalani bisnis ini, Adity mengaku mengalami banyak sekali suka duka. Mulai dari menghadapi pelanggan yang selalu complain, pelanggan yang harus tepat waktu, dan masih banyak lagi. Apalagi kalau sudah urusan pembuatan kebaya. Pelanggan harus dilayani dengan sabar karena berhadapan dengan individunya langsung. Mau tidak mau Adity harus bersabar menghadapinya.“Tapi, secara keseluruhan, saya sangat senang menjalani ini semua. Karena ini memang hobi saya” tambah Adity di akhir pembicaraan. *Astrid

Hadiah Ulangtahun Terindah


Apakah Anda mengenal istilah shopaholic? Ya… itu adalah istilah yang ditujukan untuk orang-orang yang gila belanja. Tapi, jangan mengaku gila belanja kalau Anda belum mengenal Adity Boutique. Butik ini terletak di Jl. Taman Cibeunying Utara No.4, Bandung.

Nama Adity Boutique ini diambil dari nama pemiliknya sendiri, yaitu Adity Erlangi. Gadis cantik ini baru genap berusia 19 tahun saat merintis butik ini. “Butik ini hadiah ulangtahun dari orangtua aku. Waktu itu aku ditanya mau hadiah apa, dan aku bilang mau modal untuk buka usaha.” ungkap wanita berambut panjang ini.

Awalnya, pembentukan butik ini memang dibantu oleh keluarganya. Karena itu, bisnis ini bisa dikatakan sebagai bisnis keluarga. Tapi, secara keseluruhan, Adity-lah yang menjalankan semuanya. Adity terus mengembangkan butik ini sambil tetap menjalani kuliahnya. Walaupun sulit, namun Adity mampu melewatinya.

Secara resmi, butik ini memang bediri pada tahun 2008. Tapi sebenarnya, butik ini sudah dirintisnya sejak tahun 2004. Awal berdiri, butik ini hanya berupa rumah kecil yang masih belum berbadan hukum. Kemudian, Adity mulai berpikir untuk serius menjalaninya. Ia mengurus segala sesuatunya sampai akhirnya butik ini memiliki badan hukum yang jelas.

Saat merintis butik ini, Adity hanyalah seorang mahasiswa yang belum paham sepenuhnya tentang bisnis. Ia mendapat banyak pelajaran tentang bisnis melalui kedua orangtuanya. “Latar belakang pendidikan saya sebenarnya bukan design, saya sarjana teknik lho”, begitulah Adity menjelaskan saat ditanya mengenai pendidikan. Adity terus belajar tentang design melalui media-media, baik dalam maupun luar negeri. Melihat-lihat gaya-gaya anak-anak remaja zaman sekarang, atau bahkan gaya-gaya anggota komunitas tertentu yang memiliki keunikan tersendiri.

Barang-barang yang ditawarkan di Adity Boutique ini bermacam-macam, mulai dari baju, sepatu, sandal, dan asesoris, bahkan kebaya. Untuk baju, Adity Boutique tidak hanya menjual produk-produk sendiri, tetapi juga titipan dari orang. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Untuk pakaian, harga yang ditawarkan mulai dari Rp 180 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk sepatu dan sendal, harga yang ditawarkan sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribu. Dengan harga-harga itu Anda dijamin tidak akan menyesal, karena barang-barang yang Anda beli tidak mungkin sama dengan orang lain.

Disini, Adity Boutique juga menawarkan berbagai jenis pemesanan. Anda bisa memesan sepatu, sandal, maupun kebaya. Untuk sepatu dan sandal, Adity mengaku telah mengikuti Diploma of Modelist di Italia selama 4 bulan. Adity mengikuti program ini untuk bisa mengembangkan usahanya. “Biar saya ga malu, kalau saya ga punya latarbelakang design” papar wanita cantik kelahiran 2 Maret 1985 ini. Tapi untuk kebaya, mamanya lah yang mengurus. Adity mengaku senang memiliki mama yang selalu mendukung setiap usahanya. “Mama adalah orang yang sangat suka dengan kebaya” paparnya kemudian.

Butik ini berada di sebuah rumah berlantai dua. Rumah ini kemudian dibagi menjadi dua tempat. Di bagian depan digunakan untuk tempat memajang barang-barang yang akan dijual, sedangkan di belakang dan di atas digunakan untuk tempat pembuatannya. Barang-barang yang ditawarkan disini, tidak hanya untuk anak muda saja, tetapi juga untuk ibu-ibu yang masih ingin tampil modish.

Dalam melakukan sebuah usaha, tentu tidak akan langsung berkembang seperti sekarang. Semua butuh perjuangan yang cukup panjang. Sebelum butik ini berdiri seperti sekarang, Adity Boutique hanyalah sebuah butik kecil yang belum memiliki apa-apa. Tempatnya pun masih berpindah-pindah. Tapi sekarang, butik ini sudah berkembang menjadi sebuah butik besar yang maju dan memiliki banyak pelanggan. Adity mengaku bersyukur memiliki orangtua yang memiliki jiwa usaha dan selalu mendorongnya untuk hidup mandiri yang sampai saat ini tertanam dalam dirinya. *Astrid